h1

KESADARAN KEBANGSAAN

Januari 10, 2014

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

MATERI SEJARAH KELAS XI IS SEMESTER 2 K.D. 2.2.

Paham-Paham Baru dan Transformasi Sosiaol dengan Kesadaran dan Pergerakan Kebangsaan

 

1.      Paham-Paham Baru

Setelah bertahun-tahun bahkan berabad-abad dikekang oleh penindasan, pemerasan, perampokan, hak atas hidup secara materiil dan moril, bangsa-bangsa terjajah serentak menyerukan perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahan. Bangsa-bangsa terjajah mulai menyadari untuk merebut kemerdekaannya dan mulialah gerakan-gerakan nasionalisme. Akan tetapi yang jelas bahwa dasar dari seluruh gerakan nasionalisme dan pergerakan kemerdekaan di Negeri-negeri terjajah itu karena pengaruh langsung dan tidak langsung dari beberapa paham baru yang berkembang di Eropa dan merambat ke negeri-negeri jajahan.

  Nasionalisme

 Secara luas nasinalisme diartikan sebagai suatu sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu wilayah bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujan dengan demikian kelompok tersebut meraskan adanya kesetiaan mendalam terhadap kelompo bangsa itu.

  Liberalisme

Liberalisme merupakan paham yang megutamakan kemerdekaan. Kemrdekaan individu merupakan pokok utama paham ini. Liberalism berkembang sangat pesat di kota-kota Eropa. Secara universal paham liberalism berkembang sangat menonjol dalam bidang politik, ekonomi, agama, dan pers.

  Sosialisme

Sosialisme merupakan isltilah umum yang digunakan sebagai dotrin untuk semua system ekonomi yang mrnrtntang kemutlakan milik perorangan, dan menyokong pemakaian milik tersebut untuk kesejahteraan umum. Sosialisme mencakup segala jenis teori ekonomi.

  Demokrasi

Demokrasi merupakan suatu system pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk mempengaruhi keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  Pan Islamisme

Pan Islamisme merupakan suatu paham yang bertujuan untuk mempersatukan umat Islam sedunia. Pan Islamisme ini muncul berkaitan erat dengan londosi abad ke 19 yang merupakan kemunduran dunia Islam.

 

2.      Hubungan paham-paham baru dengan munculnya keasadaran kebangsaan

Dengan adanya paham-paham baru seperti Nasionalisme, liberalism, sosialisme, demokrasi, dan pan-islamisme bangsa Indonesia tersadarkan untuk serentak menyerukan kebebasan atau membebaskan diri dari penjajah dalam bentuk gerakan-gerakan nasionalisme. Hubungan paham-paham baru dengan munculnya kesadaran kebangsaan sebagai berikut:

·         Nasionalisme: melalui paham nasionalisme bangsa Indonesia sadar bahwa bangsa Indonesia mempunyai kesamaan budaya, bahasa, dan wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia merasakan kesamaan budaya cita-cita yang sama untuk bebas dari penjajah, sehingga dengan adanya rasa dan tertatanamnya nasinalisme ini menjadikan bangsa Indonesia bersatu untuk mengusir penjajah.

·         Liberalism: dengan adanya paham liberalism bangsa Indonesia sadar untuk membebaskan diri dari penindasan dan pemerasan yang dilukakan penjajah yang berjuang untuk mendapatkan hak hidup. Sehingga dengan paham liberalism ini bangsa Indonesia berani melalakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda demi mendapatkan hak untuk hidup.

·         Sosialisme: dengan adanya paham sosialisme bangsa Indonesia sadar bahwa kesejahteraan bangsa Indonesia terpuruk. Aturan dan kebijakan yang diterapkan pemerintah Kolonial Belanda tidak mementingakan dan menyejahterakan kehidupan bangsa Indonesia, tetapi hanya mementingkan dan mengutamakan kesejahteraan pemerintah Kolonial Belanda. Sehingga dengan adanya paham sosialisme ini bangsa Indonesia tersadar untuk hidup terbebas dari penjajah.

·         Paham Demokrasi: paham demokrasi ini terlihat ketika bangsa Indonesia memilih wakil rakyat yang tepat untuk memimpin bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajah.

·         Pan-Islamisme: Pan-Islamisme berpengaruh menyatukan umat Islam untuk bisa bersatu melawan penjajah. Di Indonesia perwujudan Pan Islamisme disatukan dalam organisasi seperti NU dan Muhammdiyah.

 

3.      Kehidupan Perkotaan dengan muncul dan berkembangnya pergerakan Nasional Indonesia

Dengan datangnya kaum imperialisme Barat (Eropa) di Indonesia, kota-kota menjadi sasaran dan tujuan untuk mendirikan pusat kekuasaannya. Kota tempat mendirikan benteng-benteng yang dapat dijadikan sebagai tempat menjalankan misi kekuasaannya atau sebagai tempat penyimpanan barang yang akan diperdagangkan ke Eropa. Disamping itu menjadi tempat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kaum pribumi seperti menuntut ilmu pada lembaga-lembaga pendidikan, baik yang didirikan oleh pemerintah kolonial atau yang didirikan oleh kaum pribumi yang ingin memajukan bangsanya. Dari kota-kota itulah munculnya golongan-golongan elite baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia seperti golongan terpelajar, golongan propesional, golongan yang terjun dalam bidang pers dan golongan-golongan lainnya.

          Golongan Terpelajar.

          Peran golongan professional: Profesi Guru, Profesi Dokter.

          Peran pers Indonesia

Muncul dan Berkembangnya Pergerakan Nasional Indonesia

1)      Pengaruh yang datang dari dalam (internal)

          Kenangan kejayaan masa lalu

          Penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialism

          Munculnya golongan cendekiawan

          Kemajuan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya

2)      Pengaruh yang datang dari luar negeri (eksternal)

          Kemenangan Jepang atas Rusia (1905)

          Pergerakan kebangsaan India

          Gerakan kebangsaan Filipina

          Gerakan Nasionalis Rakyat Cina

          Pergerakan Turki Muda

          Pergerakan Nasionalisme Mesir

 

4.      Proses Terbentuknya Transformasi Etnik Dan Berkembangnya Identitas Kebangsaan Indonesia di Berbagai Tempat

1)        Transformasi Etnik, Terbentuk dan Berkembangnya Identitas Kebangsaan Indonesia

Perjuangan etnik-etnik di wilayah Indonesia berlangsung amat lama. Hal ini disebabkan masing-masing etnik hanya mementingkan keselamatan dan kebebasan etniknya sendiri. Bahkan mereka belum memikirkan hubungan anatara etinik yang satu dengan yang lainya.namun, perjuangan etnik-etnik yang berada di seluruh wilayah Indonesia bukan saja dilakukan oleh kalangan etnik pribumi, tetapi juga muncul geraka-gerakan etnik yang dilakukan etnik-etnik asing yang telah hidup dan menetap di wilayah Indonesia. gerakan-gerakan yang pernah terjadi dalam menentang pemerintah kolonial Belanda diantaranya:

1)        Pergerakan Bersifat Kedaerahan

Sejak masuknya kekuasaan bangsa Barat (Eropa) ke wilayah Indonesia, telah membawa perubahan dan bahkan menyebabkan terjadinya kegoncangan dalam kehidupan rakyat. Pada awal abad ke 19 penguasa pemerintah kolonial Belanda di wilayah Indonesia mulai mengadakan pembaharuan pada politik kolonial. Tindakan mengahapus kedudukan yang didasrkan pada adat penguasa pribumi dan kemudian dijadikan pegawai pemerintahan telah meruntuhkan kewibawaan penguasa tradisional. Hal ini yang menjadi penyebab munculnya berbagai gerakan-gerakan yang bersifat kedaerahan seperti:

a)    Gerakan melawan kekerasan

b)   Gerakan Ratu Adil

c)    Pergerakan Bersifat Agama

1)        Pembentukan Identitas Nasional dan Terbentuknyss Nasionalisme Indonesia

·           Penggunaan Istilah Indonesia

Tokoh-tokoh yang mempeopulerkan istilah Indonesia adalah J.R Logan, Earl G. Windsor, Adolf Bastian, Van Volenhoven, Snouck Hurgronje, Kern. Disamping tokoh-tokoh itu yang pertama kali mempopulerkan istilah Indonesia, juga ada tokoh bangsa Indonesia pada masa pergerakan seperti dari tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia di negeri Belanda

·           Terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia

Terbentuknya nasionalisme tidak lepas dari faktor-faktor di bawah ini:

a)                            Perkembangan pendidikan

Kesadaran nasionalisme Indonesia muncul malaui pendidikan yang diterima pemimpin bangsa.

b)                           Diskriminasi

Diskriminasi dilaksnakan dan berkembang dalam alam penjajahan. Disriminasi dilakukan untuk dapat mebedakan antara penguasa dengan yang dikuasainya. Akibat dari dikriminasi ini terjadi perbedaan hidup yang mencolok antara penjajah dengan yang dijajah. Perbedaan-perbedaan itu sangat jelas tampak dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

·           Nasionalisme Indonesia dan Perkembangan Nasinalisme di Asia Tenggra

Terbentuknya nasionalisme kebangsaan di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan paham-pahan baru diluar wilayah Indonesia. paham-paham baru yang berkembang di luar wilayah Indonesia pada masa itu seperti paham nasionalisme. Paham nasionalisme ini muncul di beberapa Negara di wilayah Asia maupun Afrika seperti India, Cina, Jepang, Negara-negara timur tengah, dan Mesir.

 

5.      Keragaman Idiologi dengan perbedaan stategi pergerakan kebangsaan

keragaman ideologi dengan perbedaan strategi pergerakan kenagsaan tewujud dalam organisasi-organasi modern yang muncul di Indonesia. Organisasi-organisasi modern tersebut diantaranya:

          Perhimpunan Indonesia (PI)

Keanggotaan perkumpulan Budi Utomo semula terbatas hanya pada daerah Jawa dan Madura, kemudian ditambahkan dengan Bali kerana dianggap mempunyai kebudayaan yang sama. Jika dilihat dari keanggotaannya perkumpulan ini bersifat kedaerahan (lokal), walaupun demikian perkumpulan ini dapat dikatakan bersifat nasional. Selanjutnya Budi Utomo mengadakan integrasi dengan organisasi seasa dan sehaluan. Atas pertimbangan itulah kemudia Budi Utomo lebur menjadi satu dengan PBI menjadi Parindra.

          Sarekat Islam

Pada tahun 1911 di kota Solo muncul sebuah perkumpulan dagang Islam yang bernama Sarekat dagang Islam dengan Haji Smanhudi sebagai pemimpin.pada tahun 1929 Sarekat Islam menyatakan diri menjadi sebuah partai dengan nama Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Kemudian pada tahun 1930 Sarekat Islam megalami kemrosotan akibat adanya berbagai perpecahan dalam tubuh organisasi itu. Sarekat Islam terbagi menjadi tiga partai yakni PSII Kartosuwiryo, PSII Abikusno, dan Partai Sarekat Islam Indonesia.

          Indische Partij

Tujuan partai ini adalah untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia merdeka. Indesche Partij telah menunjukkan garis politiknya secara jelas dan tegas serta menginkan suatu kesatuan penduduk multirasial. Tujuan partai ini benar-benar revolusioner, karena ingin mendobrak kenyataan polotik rasial yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.

            Partai Komunis Indonesia

Partai ini diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono, tetapi beberapa tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujuai pembentukan PKI akhirnya

 akhirnya membentuk ISDP dengan F. Bahler sebagai ketuanya.

          Partai Nasional Indonesia (PNI)

PNI didirkan oleh tohoh-tokoh Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Ir. Anwari, Srtono SH, Budiarto SH, dan DR. Sumsi. PNI sebagai partai yang bersifat nasinal yang mengalami perkembangan yang sangan pesat, bahkan dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil menarik perhatian dan simpati massa. Golongan nasionalis yang revolusioner dapat tertampung pada partai ini.

           Partai Indonesia (Partindo)

Pada tahun 1931 PNI dibubarkan dan berdiri partai baru yaitu Partai Indonesia (Partindo)

           Pendidikan Nasional Indonesia ( PNI Pendidikan)

Karena tidak setuju PNI dibubarkan maka dibentuk partai polotik dengan nama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan). Partai ini dipimpin oleh Drs. Moh Hatta dan Sutan Sjahris dan berpusat di Bndung.

           Indonesia Raya (Parindra)

Cikal bakal Parindra adalah Indische Studie Clib di Surabaya yang dipimpin oleh Dr. Sutomo. Tujuan perjuangannya adalah untuk menyempurnakan derajat bangsa dan tanah air Indonesia dengan melakukan hal-hal yang nyata dan dapat diraskan oleh rakyat banyak, seperti memajukan pendidikan, mederikankoperasi rakyat, mendirikan bank-bank untuk rakyat dan juga mendirikan perstuan nelayan.

          Muhammadiyah

Muhammadiyah merupakan organisasi yang bergerak pada bidang pendidikan dan sosial. Muhammadiyah banyak mendirikan sekolah berdasarkan keagamaan, rumah yatim piatu, rumah fakir miskin, balai pengobatan, dan rumah sakit. Pusat kegiatan Muhammadiyah terdapat di Yogyakarta san sampai 1917 kegiatan Muhammadiyah masih terbatas di Kampung Kauman dan sekitarnya.

          Taman Siswa

Perguruan Taman Siswa lahir pada tahun 1922 dan mempunyai tujuaan mengembangkan pendidikan nasional. Para pengurus Taman Siswa berusaha mewujudkan cita-citanya tersebut dengan membangun sarana pendidikan bagi rakyat. Pimpinan dari Taman siswa adalah Suwardi Suryaningrat atau sering disebut dengan Ki Hajar Dewantara.

           Gerakan Pemuda

Perkumpulan pemuda yang pertama berdiri adalah Tri Koro Dharmo pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta oleh Dr. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, Sunardi, dan beberapa pemuda lainnya. Cita-citanya tertuju pada cinta tanah air, memperluas persaudaraan dan mengembangkan kebudayaan Jawa. Pada tahun 1918 organisasi ini berubah menjadi Jong Java dengan orientasinya lebih luas serta mencakup Jawa Raya, milisi, dan pergerakan rakyat pada umunya.

          Gerakan Wanita

R.A Kartini pelopor gerakan emasipasi yang menyerukan agar wanita Indonesia diberi pendidikan, buah piker Katini untuk memajukan wanita Indonesia tertuang dalam kumpulan surat-syratnya Habis Gelap Terbitlah Terang. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 1899 yang berisikan kehidupan keluarga adat istiadat, keterbelakangan wanita, citacita terhadap kebahagian bangsa.

Gagasan Persatuan dan kesatuan.

          Persatuan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI)

Latar belakang: berdirnya PPKI berasal dari pandangan Ir. Soekarno untuk menghimpun seluruh kekuatan nasionalis di bawah satu kesatuan dan membentuk federasi partai-partai politik yang sekaligus merupakan Font sawo Matant yang mampu menghadapi Belanda.

Perkembangan PPKI: kongres pertama PPKI diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 2 September 1928. Dalam kongres PPKI yang kedua pada tanggal 25-27 Desember 1929 di Solo terjadi perpecahan dalam tubuh persatuan kebagsaan itu.

          Kongres pemuda

Kongres pemuda 1 diadakan pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta (Batavia) dengan dipimpin oleh Moh. Tabrani dari Jong Java.

Kongres pemuda II perkumpulan pemuda yang memegang peran aktif dalam kongres Pemuda Indonesia II adala Pemuda Indonesia dan PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia).

          Partai Indonesia Raya (Parindra)

Tujuan Parindra tidak jauh berbeda dengan PBi yang menginkan Indonesia mulia dan mulia. Dalam politiknya Parindra bersikap non-kooperasi yang isendentil artinya apabila ada kejadian yang sangat mengecewakan organisasi itu, maka diputuskan untuk sementara menarik wakil-wakilnya dari dalam badan perwakilan.

          GAPI

Rapat komisaris Petisi Sutarjo pada tahun 1938 meminta Pemerintah Hidian Belanda untuk mengadakan konferensi kerajaan yang terdiri dari Nederland dan Indonesia. tujuan Petisi Sitarjo untuk merundingkan pemerintahan sendiri oleh putra-putri bangsa.

6.      Beberapa peristiwa penting yang mengakibatkan munculnya kebijakan keras pemerintah

Indesche Partij Menentang Perayaan Kemerdekaan Negeri Belanda. Pada tahun 1973 merupakan tahun yang seratus terbebasnya negeri Belanda dari kekuasaan Perancis. Pemerintah Belanda ingin merayakan kemerdekaan negeri Belanda di Indonesia. perayaan ini dilakukan dengan memungut dana dari rakyat. Mengetahui keinginan pemerintah kolonial Belanda seperti itu, maka tokoh-tokoh Indesche Partij, yaiti Douwea Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwandari Suryaningrat melakukan protes yang kemudian ditangkap.

Penyebaran Paham Sosialis oleh ISDV. Penyebaran ini dilakukan oleh Sneevleit dengan alasan menyebarkan paham sosialis untuk membantu bangsa Indonesia terbebas dari penjajah.

Pemberontakan PKI tahun 1926 dan 1927

Propaganda Bung Karno melalui PNI

Tuntutan GAPI tentang Indonesia berpalemen

One comment

  1. SILAHKAN DI BACA



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: