h1

Masa Demokrasi Terpimpin s/d Orde Baru

Maret 28, 2014

MATERI PELAJARAN
KD.2.2. MENGANALISIS PERGANTIAN PEMERINTAHAN DARI DEMOKRASI TERPIMPIN SAMPAI LAHIRNYA ORDE BARU
1. Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 terjadi karena:
- Situasi negara yang semakin tidak menentu
- Tuntutan rakyat supaya kembali ke UUD 1945
- Konstituante yang tidak dapat melaksanakan tugas

2. Demokrasi Terpimpin
- Demokrasi yang dipimpin oleh Pancasila dan UUD 1945, khususnya sila ke 4
- Namun dalam pelaksanaannya Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin
oleh beliau Presiden Soekarno
- Puncak penyelewengan Demokrasi Terpimpin adalah G 30 S PKI
3. Peristiwa G30 S PKI terjadi
-Berbagai aksi PKI sebelum G 30 S PKI
-Pertentangan PKI dan AD
-Pmberontakan G 30 S PKI
-Penumpasan G 30 S PKI
-Dampak sosial politik Pemberontakan G 30 S PKI
Terjadi demontrasi mahasiswa yang terkenal dengan tuntutan TRITURA, dalam demontrasi tersebut gugur mahasiswa bernama Arief Rahman Hakim.

4.Proses peralihan kekuasaan setelah Peristiwa G30 S PKI
-lahirnya Orde Baru
Orba adalah pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen
-super semar
Sebelum keluarnya Supersemar Presiden Soekarno sedang mengadakan pertemuan masalah Tritura , dan pada tanggal 11 Maret 1966, berlangsung sidang paripurna Kabinet Dwikora, kemudian ada laporan bahwa ada pasukan disekililing Istana Merdeka, Kemudian presiden Soekarno meninggalkan sidang bersana Sobandrio dan Choirul Saleh menuju Istana Bogor , sidang dilanjutkan oleh Dr. Leimena, tidak lama kemudian datanglah tiga perwira tinggi AD yaitu, Mayjend Basuki Rahmad(menteri urusan veteran), Brigjend M.Yusuf (menteri perindustrian), dan Brigjend Amir Mahmud (Panglima Kodam Jaya) dan menyampaikan 3 hal :
• meminta kepada presiden agar segera mengambil tindakan untuk memulihkan keadaan yang gawat
• ABRI terutama AD tetap setia dan tidak meninggalkan presiden
• letjend Soeharto sanggup mengatasi keadaan apabila presiden mempercayakan hal itu kepadanya
kemudian lahirlah Supersemar
-masa transisi (tahun 1966-1967)
Pada tanggal 20 Juni s/d 5 Juli mengadakan sidang Umum IV MPRS , yang mengeluarkan beberapa ketetapan, antara lain sbb
• ketetapan MPRS No. 1X/MPRS/1966 tentang Pengesahan dan Pengukuhan Supersemar
• ketetapan MPRS N0. X/MPRS/1966 yang mengatur lembaga-lembaga negara
• ketetapan MPRS N0. XII/MPRS/1966 Tentang Politik Luar negeri bebas aktif
• ketetapan MPRS N0, XX/MPRS/1966 tentang tata urutan perundang-undangan di Indonesia
• ketetapan MPRS N0, XXV/MPRS/1966Btentang Pembubaran PKI dan pernyataan PKI serta Ormas-Ormasnya sebagai Organisasi terlarang di Idonesia
• ketetapan MPRS N0 XIII tahun 1966 tentang pembentukan Kabinet AMPERA, Adapun tugas Kabinet AMPERA adalah Dwidarma

-Proses Peralihan Kekuasaan politik
Pada sidang umum MPRS Tahun 1966 presiden Soekarno selaku mandataris MPRS, diminta untuk mempertanggungjawabkan mengenai kebijakan yang telah dilakukan , khususnya mengenai masalah Peristiwa G 30 S PKI, namun presiden tidak menyinggung masalah G 30 S PKI, dengan menyampaiakan pidatonya yang berjudul Nawaksara dan pel nawaksara.
Pada hari kamis tanggal 23 Februari 1967, pukul 19.30 di Istana negara, dengan disaksikan oleh Ketua Presidium Kbinet AMPERA dan para Menteri, presiden menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada pengemban Supersemar.
5.CIRI-CIRI pokok kebijakan pemerintah Orde Baru
6.Dampak menguatnya peran negara terhadap kehidupan politik pada masa orde baru
7.Dampak menguatnya peran Negara terhadap kehidupan ekonomi dan pembangunan
8.Dampak menguatnya peran Negara terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi pada masa Orde Baru

 

h1

MATERI SEJARAH KD 3.1. KELAS XI IS SEMESTER 2 INTERAKSI INDONESIA -JEPANG

Januari 10, 2014

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:Arial;}

Zaman pendudukan Jepang di Indonesia

A. Kedatangan Jepang di Indonesia

1.      Latar Belakang pendudukan Jepang di Indonesia

     Berdasarkan kebijakan Imperialis Hakko I Chiu, Jepang bermaksud menjadikan 

 Asia sebagai kesatuan wilayah dibawah pimpinannya, sebagai negeri yang berada   

 dikawasan Asia Indonesia turut menjadi incaran Jepang untuk dikuasainya.di

             Indonesia Jepang menyebut dirinya sebagai saudara tua, serta mempropagandakan  

             Perang Asia-Pasifik sebagai Perang AsiaTimur Raya .

2.      Proses kedatangan Jepang ke Indonesia

     Setelah Jepang berhasil menyerang Pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai, maka berkobarlah Perang Asia Pasifik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II, Dengan cepat Jepang melanjutkan serangan ke daratan Asia, dan Jepang berhasil menguasai seluruh daratan Asia Tenggara pada tanggal 15 Pebruari 1941. Sasaran Jepang pertama adalah Singapura, Kapal induk Inggris (Sekutu) yaitu “Prince Of Wales HM  dan Repulse “ ditenggelamkan di perairan Singapura. Ekspansi Jepang dilanjutkan ke wilayah Indoneia. Pendudukan di Indonesia diawali dengan menduduki Tarakan (Kalimantan Timur) 11 Januari 1942 kemudian di teruskan ke wilayah  lain.

Setelah berhasil menguasai wilayah luar Jawa, kemudian Jepang melanjutkan  serangan ke Pulau Jawa. Pada tanggal 1Maret 1942 Jepang berhasil mendarat ke tiga tempat sekaligus yaitu : Teluk Banten, di Cerebon (Jawa-Barat) dan Kragan (Jawa-Tengah).

Serangan Jepang yang begitu besar membuat tentara Belanda tidak mampu bertahan, dan akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942  Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati (Jawa-Barat). Dalam upacara penyerahan tersebut Belanda (Sekutu) diwakili oleh Tjarda Van Starkenborgh dan Jendral Ter Poorten. Adapun Jepang diwakili oleh Hitoshi Imamura.

3.      Usaha Jepang meraih simpati bangsa Indonesia

          Kedatangan Jepang di Indonesia mendapat sambutan yang luar biasa dari rakyat Indonesia, karena rakyat Indonesia sudah lama menunggu kedatangan Ratu Adil seperti yang telah di tulis dalam ramalan Joroboyo, hal ini dimanfaatkan oleh Jepang untuk menarik simpati bangsa Indonesia, sehingga pada awal pemerintahannya  Jepang menyebarkan propaganda yang menarik, sebagai contoh bangsa Indonesia boleh mengibarkan Bendera Merah Putih disamping bendera Jepang, melarang penggunaan bahasa Belanda, mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan mengijinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dampak pendudukan Jepang di berbagai Bidang    

a)      Bidang Ekonomi :

·         adanya Romusha

·         adanya sistem autarki

b)     bidang Politik :

·         Membubarkan semua organisasi pada masa Belanda kecuali MIAI

·         Gerakan 3 A

·         Pusat Tenaga Rakyat (Putera)

·         Jawa Hokokai

·         MIAI

·         Masyumi

 

c)      Kelompok-kelompok masyarakat:

·         Kelompok Pangreh Praja dan Pegawai

·         Kelompok Nasionalis non agama

·         Kelompok Santri dan Ulama Islam

·         Kelompok Sosialis

·         Kelompok Komunis

·         Kelompok Pemuda

d)     Bidang Pendidikan :

·         Kegiatan pendidikan menurun

·         Kegiatan pendidikan semuanya untuk kepentingan Jepang

·         Peningkatan penggunaan bahasa Indonesia do sekolah-sekolah maupun lembaga-lembaga lain yang juga mendudkung  perkembangan Surat Kabar , antara-lain Suara Asia(Surabaya), Asia Raya (Jakarta), Cahaya (Bandung), Sinar Baru (Semarang), dan Matahari( Jogjakarta)

e)      Bidang Budaya

·         Jepang mendirikan sebuah Pusat Kebudayaan yang diberi nama “Keimin Bunkei Shidosho” pada tanggal 1 April 1943

·         Berkembangnya Sandiwara ( Bintang Surabaya, Cahaya Timur, Miss Cheih). sebab Jepang melarang pemutaran hiburan fiksi dari luar .

f)       Bidang Sosial:

·         Aspek Mobilitas Sosial, karena  Romusa dan Program Kinrohosyi

·         Mengatur stratifikasi social

-          Golongan Teratas Jepang

-          Golingan kedua Pribumi

-          Golongan ketiga Timur Asing

g)      Bidang Birokrasi

·         Perintahan diatur secara militer, kekuasaan dipegang oleh militer yaitu. Dari angkatan Laut (rikugun) dan Angkatan Darat (kaigun)

·         Bangsa Indonesia boleh menjadi Gubernur, atau Walikota

 

h)     Bidang Militer:

1.Semi Militer

·         Seinendan, merupakan organisasi pemuda bersifat semi militer yang didirikan pada tanggal 29 April 1943. Untuk perempuan dinamakan Josyi Seinendan

·         Keibodan (barisan bantu polisi)juga merupakan organisasi pemuda yang membantu tugas polisi Jepang

·         Fujinkai (Himpunan wanita)

·         Barisan pelopor , organisasi semi militer dibentuk pada tanggal 1Nopember 1944

2.Militer

·         Heiho, adalah pasukan bentukan Tentara Jepang yang dulunya untuk membantu pekerjaan kasar militer, tetapi kemudian dipersiapkan untuk diterjunkan ke medan perang

·         Peta,  sebagai organisasi militer yang merupakan tentara sukarela yang ditempatkan sebagai pasukan gerilya pembantu sewaktu-waktu musuh dating

 

 

 

 

1)      Perlawanan terhadap Jepang

·         Perlawanan di Aceh dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil dari daerah Ct Plieng.

·         Perlawanan rakyat Singaparna K.H. Zaenal Mustofa

·         Perlawanan di Kalimantan oleh Peng Suma seorang pemimpin suku Dayak

·         Perlawanan di Papua, gerakan Koreri yang berpusat di Biak dipimpin oleh S.Papare

·         Perlawanan PETA di Blitar, pada tanggal 14 Pebruari 1945 terjadi pemberontakan PETA di Blitar di bawah pimpinan Soepriyadi.

 

 

 

 

 

h1

KESADARAN KEBANGSAAN

Januari 10, 2014

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

MATERI SEJARAH KELAS XI IS SEMESTER 2 K.D. 2.2.

Paham-Paham Baru dan Transformasi Sosiaol dengan Kesadaran dan Pergerakan Kebangsaan

 

1.      Paham-Paham Baru

Setelah bertahun-tahun bahkan berabad-abad dikekang oleh penindasan, pemerasan, perampokan, hak atas hidup secara materiil dan moril, bangsa-bangsa terjajah serentak menyerukan perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahan. Bangsa-bangsa terjajah mulai menyadari untuk merebut kemerdekaannya dan mulialah gerakan-gerakan nasionalisme. Akan tetapi yang jelas bahwa dasar dari seluruh gerakan nasionalisme dan pergerakan kemerdekaan di Negeri-negeri terjajah itu karena pengaruh langsung dan tidak langsung dari beberapa paham baru yang berkembang di Eropa dan merambat ke negeri-negeri jajahan.

-  Nasionalisme

 Secara luas nasinalisme diartikan sebagai suatu sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu wilayah bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujan dengan demikian kelompok tersebut meraskan adanya kesetiaan mendalam terhadap kelompo bangsa itu.

-  Liberalisme

Liberalisme merupakan paham yang megutamakan kemerdekaan. Kemrdekaan individu merupakan pokok utama paham ini. Liberalism berkembang sangat pesat di kota-kota Eropa. Secara universal paham liberalism berkembang sangat menonjol dalam bidang politik, ekonomi, agama, dan pers.

-  Sosialisme

Sosialisme merupakan isltilah umum yang digunakan sebagai dotrin untuk semua system ekonomi yang mrnrtntang kemutlakan milik perorangan, dan menyokong pemakaian milik tersebut untuk kesejahteraan umum. Sosialisme mencakup segala jenis teori ekonomi.

-  Demokrasi

Demokrasi merupakan suatu system pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk mempengaruhi keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

-  Pan Islamisme

Pan Islamisme merupakan suatu paham yang bertujuan untuk mempersatukan umat Islam sedunia. Pan Islamisme ini muncul berkaitan erat dengan londosi abad ke 19 yang merupakan kemunduran dunia Islam.

 

2.      Hubungan paham-paham baru dengan munculnya keasadaran kebangsaan

Dengan adanya paham-paham baru seperti Nasionalisme, liberalism, sosialisme, demokrasi, dan pan-islamisme bangsa Indonesia tersadarkan untuk serentak menyerukan kebebasan atau membebaskan diri dari penjajah dalam bentuk gerakan-gerakan nasionalisme. Hubungan paham-paham baru dengan munculnya kesadaran kebangsaan sebagai berikut:

·         Nasionalisme: melalui paham nasionalisme bangsa Indonesia sadar bahwa bangsa Indonesia mempunyai kesamaan budaya, bahasa, dan wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia merasakan kesamaan budaya cita-cita yang sama untuk bebas dari penjajah, sehingga dengan adanya rasa dan tertatanamnya nasinalisme ini menjadikan bangsa Indonesia bersatu untuk mengusir penjajah.

·         Liberalism: dengan adanya paham liberalism bangsa Indonesia sadar untuk membebaskan diri dari penindasan dan pemerasan yang dilukakan penjajah yang berjuang untuk mendapatkan hak hidup. Sehingga dengan paham liberalism ini bangsa Indonesia berani melalakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda demi mendapatkan hak untuk hidup.

·         Sosialisme: dengan adanya paham sosialisme bangsa Indonesia sadar bahwa kesejahteraan bangsa Indonesia terpuruk. Aturan dan kebijakan yang diterapkan pemerintah Kolonial Belanda tidak mementingakan dan menyejahterakan kehidupan bangsa Indonesia, tetapi hanya mementingkan dan mengutamakan kesejahteraan pemerintah Kolonial Belanda. Sehingga dengan adanya paham sosialisme ini bangsa Indonesia tersadar untuk hidup terbebas dari penjajah.

·         Paham Demokrasi: paham demokrasi ini terlihat ketika bangsa Indonesia memilih wakil rakyat yang tepat untuk memimpin bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajah.

·         Pan-Islamisme: Pan-Islamisme berpengaruh menyatukan umat Islam untuk bisa bersatu melawan penjajah. Di Indonesia perwujudan Pan Islamisme disatukan dalam organisasi seperti NU dan Muhammdiyah.

 

3.      Kehidupan Perkotaan dengan muncul dan berkembangnya pergerakan Nasional Indonesia

Dengan datangnya kaum imperialisme Barat (Eropa) di Indonesia, kota-kota menjadi sasaran dan tujuan untuk mendirikan pusat kekuasaannya. Kota tempat mendirikan benteng-benteng yang dapat dijadikan sebagai tempat menjalankan misi kekuasaannya atau sebagai tempat penyimpanan barang yang akan diperdagangkan ke Eropa. Disamping itu menjadi tempat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kaum pribumi seperti menuntut ilmu pada lembaga-lembaga pendidikan, baik yang didirikan oleh pemerintah kolonial atau yang didirikan oleh kaum pribumi yang ingin memajukan bangsanya. Dari kota-kota itulah munculnya golongan-golongan elite baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia seperti golongan terpelajar, golongan propesional, golongan yang terjun dalam bidang pers dan golongan-golongan lainnya.

-          Golongan Terpelajar.

-          Peran golongan professional: Profesi Guru, Profesi Dokter.

-          Peran pers Indonesia

Muncul dan Berkembangnya Pergerakan Nasional Indonesia

1)      Pengaruh yang datang dari dalam (internal)

-          Kenangan kejayaan masa lalu

-          Penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialism

-          Munculnya golongan cendekiawan

-          Kemajuan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya

2)      Pengaruh yang datang dari luar negeri (eksternal)

-          Kemenangan Jepang atas Rusia (1905)

-          Pergerakan kebangsaan India

-          Gerakan kebangsaan Filipina

-          Gerakan Nasionalis Rakyat Cina

-          Pergerakan Turki Muda

-          Pergerakan Nasionalisme Mesir

 

4.      Proses Terbentuknya Transformasi Etnik Dan Berkembangnya Identitas Kebangsaan Indonesia di Berbagai Tempat

1)        Transformasi Etnik, Terbentuk dan Berkembangnya Identitas Kebangsaan Indonesia

Perjuangan etnik-etnik di wilayah Indonesia berlangsung amat lama. Hal ini disebabkan masing-masing etnik hanya mementingkan keselamatan dan kebebasan etniknya sendiri. Bahkan mereka belum memikirkan hubungan anatara etinik yang satu dengan yang lainya.namun, perjuangan etnik-etnik yang berada di seluruh wilayah Indonesia bukan saja dilakukan oleh kalangan etnik pribumi, tetapi juga muncul geraka-gerakan etnik yang dilakukan etnik-etnik asing yang telah hidup dan menetap di wilayah Indonesia. gerakan-gerakan yang pernah terjadi dalam menentang pemerintah kolonial Belanda diantaranya:

1)        Pergerakan Bersifat Kedaerahan

Sejak masuknya kekuasaan bangsa Barat (Eropa) ke wilayah Indonesia, telah membawa perubahan dan bahkan menyebabkan terjadinya kegoncangan dalam kehidupan rakyat. Pada awal abad ke 19 penguasa pemerintah kolonial Belanda di wilayah Indonesia mulai mengadakan pembaharuan pada politik kolonial. Tindakan mengahapus kedudukan yang didasrkan pada adat penguasa pribumi dan kemudian dijadikan pegawai pemerintahan telah meruntuhkan kewibawaan penguasa tradisional. Hal ini yang menjadi penyebab munculnya berbagai gerakan-gerakan yang bersifat kedaerahan seperti:

a)    Gerakan melawan kekerasan

b)   Gerakan Ratu Adil

c)    Pergerakan Bersifat Agama

1)        Pembentukan Identitas Nasional dan Terbentuknyss Nasionalisme Indonesia

·           Penggunaan Istilah Indonesia

Tokoh-tokoh yang mempeopulerkan istilah Indonesia adalah J.R Logan, Earl G. Windsor, Adolf Bastian, Van Volenhoven, Snouck Hurgronje, Kern. Disamping tokoh-tokoh itu yang pertama kali mempopulerkan istilah Indonesia, juga ada tokoh bangsa Indonesia pada masa pergerakan seperti dari tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia di negeri Belanda

·           Terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia

Terbentuknya nasionalisme tidak lepas dari faktor-faktor di bawah ini:

a)                            Perkembangan pendidikan

Kesadaran nasionalisme Indonesia muncul malaui pendidikan yang diterima pemimpin bangsa.

b)                           Diskriminasi

Diskriminasi dilaksnakan dan berkembang dalam alam penjajahan. Disriminasi dilakukan untuk dapat mebedakan antara penguasa dengan yang dikuasainya. Akibat dari dikriminasi ini terjadi perbedaan hidup yang mencolok antara penjajah dengan yang dijajah. Perbedaan-perbedaan itu sangat jelas tampak dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

·           Nasionalisme Indonesia dan Perkembangan Nasinalisme di Asia Tenggra

Terbentuknya nasionalisme kebangsaan di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan paham-pahan baru diluar wilayah Indonesia. paham-paham baru yang berkembang di luar wilayah Indonesia pada masa itu seperti paham nasionalisme. Paham nasionalisme ini muncul di beberapa Negara di wilayah Asia maupun Afrika seperti India, Cina, Jepang, Negara-negara timur tengah, dan Mesir.

 

5.      Keragaman Idiologi dengan perbedaan stategi pergerakan kebangsaan

keragaman ideologi dengan perbedaan strategi pergerakan kenagsaan tewujud dalam organisasi-organasi modern yang muncul di Indonesia. Organisasi-organisasi modern tersebut diantaranya:

-          Perhimpunan Indonesia (PI)

Keanggotaan perkumpulan Budi Utomo semula terbatas hanya pada daerah Jawa dan Madura, kemudian ditambahkan dengan Bali kerana dianggap mempunyai kebudayaan yang sama. Jika dilihat dari keanggotaannya perkumpulan ini bersifat kedaerahan (lokal), walaupun demikian perkumpulan ini dapat dikatakan bersifat nasional. Selanjutnya Budi Utomo mengadakan integrasi dengan organisasi seasa dan sehaluan. Atas pertimbangan itulah kemudia Budi Utomo lebur menjadi satu dengan PBI menjadi Parindra.

-          Sarekat Islam

Pada tahun 1911 di kota Solo muncul sebuah perkumpulan dagang Islam yang bernama Sarekat dagang Islam dengan Haji Smanhudi sebagai pemimpin.pada tahun 1929 Sarekat Islam menyatakan diri menjadi sebuah partai dengan nama Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Kemudian pada tahun 1930 Sarekat Islam megalami kemrosotan akibat adanya berbagai perpecahan dalam tubuh organisasi itu. Sarekat Islam terbagi menjadi tiga partai yakni PSII Kartosuwiryo, PSII Abikusno, dan Partai Sarekat Islam Indonesia.

-          Indische Partij

Tujuan partai ini adalah untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia merdeka. Indesche Partij telah menunjukkan garis politiknya secara jelas dan tegas serta menginkan suatu kesatuan penduduk multirasial. Tujuan partai ini benar-benar revolusioner, karena ingin mendobrak kenyataan polotik rasial yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.

-            Partai Komunis Indonesia

Partai ini diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono, tetapi beberapa tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujuai pembentukan PKI akhirnya

 akhirnya membentuk ISDP dengan F. Bahler sebagai ketuanya.

-          Partai Nasional Indonesia (PNI)

PNI didirkan oleh tohoh-tokoh Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Ir. Anwari, Srtono SH, Budiarto SH, dan DR. Sumsi. PNI sebagai partai yang bersifat nasinal yang mengalami perkembangan yang sangan pesat, bahkan dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil menarik perhatian dan simpati massa. Golongan nasionalis yang revolusioner dapat tertampung pada partai ini.

-           Partai Indonesia (Partindo)

Pada tahun 1931 PNI dibubarkan dan berdiri partai baru yaitu Partai Indonesia (Partindo)

-           Pendidikan Nasional Indonesia ( PNI Pendidikan)

Karena tidak setuju PNI dibubarkan maka dibentuk partai polotik dengan nama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan). Partai ini dipimpin oleh Drs. Moh Hatta dan Sutan Sjahris dan berpusat di Bndung.

-           Indonesia Raya (Parindra)

Cikal bakal Parindra adalah Indische Studie Clib di Surabaya yang dipimpin oleh Dr. Sutomo. Tujuan perjuangannya adalah untuk menyempurnakan derajat bangsa dan tanah air Indonesia dengan melakukan hal-hal yang nyata dan dapat diraskan oleh rakyat banyak, seperti memajukan pendidikan, mederikankoperasi rakyat, mendirikan bank-bank untuk rakyat dan juga mendirikan perstuan nelayan.

-          Muhammadiyah

Muhammadiyah merupakan organisasi yang bergerak pada bidang pendidikan dan sosial. Muhammadiyah banyak mendirikan sekolah berdasarkan keagamaan, rumah yatim piatu, rumah fakir miskin, balai pengobatan, dan rumah sakit. Pusat kegiatan Muhammadiyah terdapat di Yogyakarta san sampai 1917 kegiatan Muhammadiyah masih terbatas di Kampung Kauman dan sekitarnya.

-          Taman Siswa

Perguruan Taman Siswa lahir pada tahun 1922 dan mempunyai tujuaan mengembangkan pendidikan nasional. Para pengurus Taman Siswa berusaha mewujudkan cita-citanya tersebut dengan membangun sarana pendidikan bagi rakyat. Pimpinan dari Taman siswa adalah Suwardi Suryaningrat atau sering disebut dengan Ki Hajar Dewantara.

-           Gerakan Pemuda

Perkumpulan pemuda yang pertama berdiri adalah Tri Koro Dharmo pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta oleh Dr. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, Sunardi, dan beberapa pemuda lainnya. Cita-citanya tertuju pada cinta tanah air, memperluas persaudaraan dan mengembangkan kebudayaan Jawa. Pada tahun 1918 organisasi ini berubah menjadi Jong Java dengan orientasinya lebih luas serta mencakup Jawa Raya, milisi, dan pergerakan rakyat pada umunya.

-          Gerakan Wanita

R.A Kartini pelopor gerakan emasipasi yang menyerukan agar wanita Indonesia diberi pendidikan, buah piker Katini untuk memajukan wanita Indonesia tertuang dalam kumpulan surat-syratnya Habis Gelap Terbitlah Terang. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 1899 yang berisikan kehidupan keluarga adat istiadat, keterbelakangan wanita, citacita terhadap kebahagian bangsa.

Gagasan Persatuan dan kesatuan.

-          Persatuan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI)

Latar belakang: berdirnya PPKI berasal dari pandangan Ir. Soekarno untuk menghimpun seluruh kekuatan nasionalis di bawah satu kesatuan dan membentuk federasi partai-partai politik yang sekaligus merupakan Font sawo Matant yang mampu menghadapi Belanda.

Perkembangan PPKI: kongres pertama PPKI diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 2 September 1928. Dalam kongres PPKI yang kedua pada tanggal 25-27 Desember 1929 di Solo terjadi perpecahan dalam tubuh persatuan kebagsaan itu.

-          Kongres pemuda

Kongres pemuda 1 diadakan pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta (Batavia) dengan dipimpin oleh Moh. Tabrani dari Jong Java.

Kongres pemuda II perkumpulan pemuda yang memegang peran aktif dalam kongres Pemuda Indonesia II adala Pemuda Indonesia dan PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia).

-          Partai Indonesia Raya (Parindra)

Tujuan Parindra tidak jauh berbeda dengan PBi yang menginkan Indonesia mulia dan mulia. Dalam politiknya Parindra bersikap non-kooperasi yang isendentil artinya apabila ada kejadian yang sangat mengecewakan organisasi itu, maka diputuskan untuk sementara menarik wakil-wakilnya dari dalam badan perwakilan.

-          GAPI

Rapat komisaris Petisi Sutarjo pada tahun 1938 meminta Pemerintah Hidian Belanda untuk mengadakan konferensi kerajaan yang terdiri dari Nederland dan Indonesia. tujuan Petisi Sitarjo untuk merundingkan pemerintahan sendiri oleh putra-putri bangsa.

6.      Beberapa peristiwa penting yang mengakibatkan munculnya kebijakan keras pemerintah

Indesche Partij Menentang Perayaan Kemerdekaan Negeri Belanda. Pada tahun 1973 merupakan tahun yang seratus terbebasnya negeri Belanda dari kekuasaan Perancis. Pemerintah Belanda ingin merayakan kemerdekaan negeri Belanda di Indonesia. perayaan ini dilakukan dengan memungut dana dari rakyat. Mengetahui keinginan pemerintah kolonial Belanda seperti itu, maka tokoh-tokoh Indesche Partij, yaiti Douwea Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwandari Suryaningrat melakukan protes yang kemudian ditangkap.

Penyebaran Paham Sosialis oleh ISDV. Penyebaran ini dilakukan oleh Sneevleit dengan alasan menyebarkan paham sosialis untuk membantu bangsa Indonesia terbebas dari penjajah.

Pemberontakan PKI tahun 1926 dan 1927

Propaganda Bung Karno melalui PNI

Tuntutan GAPI tentang Indonesia berpalemen

h1

JAMAN PENDUDUKAN JEPANG 1942-1945

April 11, 2013

MATERI

2.3. Menganalisis proses interaksi Indonesia –Jepang dan dampak pendudukan militer

Jepang terhadap  kehidupan masyarakat  di Indonesia

Indikator

  • Menjelaskan tentang proses masuknya Jepang ke Indonesi
  • Menjelaskan tentang upaya Jepang meraih simpati bangsa Indones
  • Mendiskusikan kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia

A. Kedatangan Jepang di Indonesia

  1. Latar Belakang pendudukan Jepang di Indonesia

Berdasarkan kebijakan Imperialis Hakko I Chiu, Jepang bermaksud menjadikan  Asia sebagai kesatuan wilayah dibawah pimpinannya, sebagai negeri yang berada  dikawasan Asia Indonesia turut menjadi incaran Jepang untuk dikuasainya. di Indonesia Jepang menyebut dirinya sebagai saudara tua, serta mempropagandakan  gerakan 3A

Perang Asia-Pasifik sebagai Perang AsiaTimur Raya .

Proses kedatangan Jepang ke Indonesia

Setelah Jepang berhasil menyerang Pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai, maka berkobarlah Perang Asia Pasifik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II, Dengan cepat Jepang melanjutkan serangan ke daratan Asia, dan Jepang berhasil menguasai seluruh daratan Asia Tenggara pada tanggal 15 Pebruari 1941. Sasaran Jepang pertama adalah Singapura, Kapal induk Inggris (Sekutu) yaitu “Prince Of Wales HM  dan Repulse “ ditenggelamkan di perairan Singapura. Ekspansi Jepang dilanjutkan ke wilayah Indoneia. Pendudukan di Indonesia diawali dengan menduduki Tarakan (Kalimantan Timur) 11 Januari 1942 kemudian di teruskan ke wilayah  lain.

Setelah berhasil menguasai wilayah luar Jawa, kemudian Jepang melanjutkan  serangan ke Pulau Jawa. Pada tanggal 1Maret 1942 Jepang berhasil mendarat ke tiga tempat sekaligus yaitu : Teluk Banten, di Cerebon (Jawa-Barat) dan Kragan (Jawa-Tengah).

Serangan Jepang yang begitu besar membuat tentara Belanda tidak mampu bertahan, dan akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942  Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati (Jawa-Barat). Dalam upacara penyerahan tersebut Belanda (Sekutu) diwakili oleh Tjarda Van Starkenborgh dan Jendral Ter Poorten. Adapun Jepang diwakili oleh Hitoshi Imamura.

  1. Usaha Jepang meraih simpati bangsa Indonesia

Kedatangan Jepang di Indonesia mendapat sambutan yang luar biasa dari rakyat Indonesia, karena rakyat Indonesia sudah lama menunggu kedatangan Ratu Adil seperti yang telah di tulis dalam ramalan Joroboyo, hal ini dimanfaatkan oleh Jepang untuk menarik simpati bangsa Indonesia, sehingga pada awal pemerintahannya  Jepang menyebarkan propaganda yang menarik, sebagai contoh bangsa Indonesia boleh mengibarkan Bendera Merah Putih disamping bendera Jepang, melarang penggunaan bahasa Belanda, mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan mengijinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dampak pendudukan Jepang di berbagai Bidang

a)      Bidang Ekonomi :

  • adanya Romusha
  • adanya sistem autarki

b)     bidang Politik :

  • Membubarkan semua organisasi pada masa Belanda kecuali MIAI
  • Gerakan 3 A
  • Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
  • Jawa Hokokai
  • MIAI
  • Masyumi

c)      Kelompok-kelompok masyarakat:

  • Kelompok Pangreh Praja dan Pegawai
  • Kelompok Nasionalis non agama
  • Kelompok Santri dan Ulama Islam
  • Kelompok Sosialis
  • Kelompok Komunis
  • Kelompok Pemuda

d)     Bidang Pendidikan :

  • Kegiatan pendidikan menurun
  • Kegiatan pendidikan semuanya untuk kepentingan Jepang
  • Peningkatan penggunaan bahasa Indonesia do sekolah-sekolah maupun lembaga-lembaga lain yang juga mendudkung  perkembangan Surat Kabar , antara-lain Suara Asia(Surabaya), Asia Raya (Jakarta), Cahaya (Bandung), Sinar Baru (Semarang), dan Matahari( Jogjakarta)

e)      Bidang Budaya

  • Jepang mendirikan sebuah Pusat Kebudayaan yang diberi nama “Keimin Bunkei Shidosho” pada tanggal 1 April 1943
  • Berkembangnya Sandiwara ( Bintang Surabaya, Cahaya Timur, Miss Cheih). sebab Jepang melarang pemutaran hiburan fiksi dari luar .

f)       Bidang Sosial:

  • Aspek Mobilitas Sosial, karena  Romusa dan Program Kinrohosyi
  • Mengatur stratifikasi social

-          Golongan Teratas Jepang

-          Golingan kedua Pribumi

-          Golongan ketiga Timur Asing

g)      Bidang Birokrasi

  • Perintahan diatur secara militer, kekuasaan dipegang oleh militer yaitu. Dari angkatan Laut (rikugun) dan Angkatan Darat (kaigun)
  • Bangsa Indonesia boleh menjadi Gubernur, atau Walikota

h)     Bidang Militer:

1.Semi Militer

  • Seinendan, merupakan organisasi pemuda bersifat semi militer yang didirikan pada tanggal 29 April 1943. Untuk perempuan dinamakan Josyi Seinendan
  • Keibodan (barisan bantu polisi)juga merupakan organisasi pemuda yang membantu tugas polisi Jepang
  • Fujinkai (Himpunan wanita)
  • Barisan pelopor , organisasi semi militer dibentuk pada tanggal 1Nopember 1944

2.Militer

  • Heiho, adalah pasukan bentukan Tentara Jepang yang dulunya untuk membantu pekerjaan kasar militer, tetapi kemudian dipersiapkan untuk diterjunkan ke medan perang
  • Peta,  sebagai organisasi militer yang merupakan tentara sukarela yang ditempatkan sebagai pasukan gerilya pembantu sewaktu-waktu musuh dating

1)      Perlawanan terhadap Jepang

  • Perlawanan di Aceh dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil dari daerah Ct Plieng.
  • Perlawanan rakyat Singaparna K.H. Zaenal Mustofa
  • Perlawanan di Kalimantan oleh Peng Suma seorang pemimpin suku Dayak
  • Perlawanan di Papua, gerakan Koreri yang berpusat di Biak dipimpin oleh S.Papare
  • Perlawanan PETA di Blitar, pada tanggal 14 Pebruari 1945 terjadi pemberontakan PETA di Blitar di bawah pimpinan Soepriyadi.
h1

MATERI SEJARAH KELAS XI IS 1 SEMESTER 2 K.D. 2.1.MENGANALISIS PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DAN PERUBAHAN EKONOMI DEMOGRAFI DAN NKEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI INDONESIA DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL

Januari 17, 2012

A. INDIKATOR

  • Mendiskripsikan paham-paham dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa pada masa imperialisme kuno sampai awal perkembangan imperialisme modern
  • Mendiskripsikan hubungan merkantilisme, revolusi industri dan kapitalisme di Eropa dengan perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia

B. MATERI PELAJARAN

Indikator 1.

1. Paham-paham baru di Eropa pada masa imperialisme kuno sampai awal perkembangan imperialisme modern

a. Imperialisme dan kolonialisme

Pada umumnya kolonialisme dan imperialisme adalah sama, yaitu sama-sama penjajahan atau atau penguasaan terhadap suatu daerah dan suatu bangsa oleh bangsa lain. Tetapi keduanya juga mempunyai  perbedaan yang dapat dilihat dari bentuk-bentuk dan sejarah perkembangannya.

Kolonialisme, berasal dari bahasa latin ” colonia ” yang berarti tanah-tanah pemukiman atau jajahan, sejarah kolonialisme ini dimulai pada Jaman Yunani Kuno dimana para petani dari daerahnya yang tandus pindah kedaerah yang subur dan mereka masih berhubungan dengan daerah asal atau negeri induknya dan negara induknya menganggap bahwa daerah yang baru itu sebagai koloni dan setiap tahun mereka harus membayar upeti.

Imperialisme, berasal dari kata “imperator” yang artinya memerintah, atau juga “imperium” berarti sebuah kerajaan besar dengan memiliki jajahan yang amat luas.

b. Peristiwa-peristiwa penting di Eropa

1. Renaisance

berasal dari bahasa latin yaitu Re yang berari kembali dan naitre berarti lahir, Renaisamce berarti gerakan kembali kepada Budaya Yunani dan Romawi kuno, yang merupakan masa peralihan dari abad pertengahan ke abad modern.

2. Reformasi gereja

adalah sebuah upaya perbaikan dan kembali pada ajaran gereja yang lurus. Reformasi gereja terjadi karena adanya penyimpangan-penyimpangan dari pihak Gereja Katolik, yaitu : penjualan surat pengampunan dosa dan penyalah gunaan uang jamaah untuk hidup mewah.

Reformasi gereja melahirkan agama baru yaitu: Kristen Protestan.

Pelopor Reformasi gereja adalah:

a) Martin Luther ( Jerman) dialah yang menentang penjualan surat pengampunan dosa

b) John Calvin ( prancis) dia pendukung Marthin Luther, ia mengajarkan bahwa kekuasaan Tuhan tak ada batasnya, hanya tuhan yang berhak menetukan siapa yang salah dan siapa yang benar, ajaran Calvin berkembang di Belanda, Inggris dan Scotlandia

c) Ulrich Zwingli dari Swiss

d) gereja Anglikan di Inggris

3. Merkantilisme

adalah aliran politik dan ekonomi dari negara imperialis dengan tujuan memupuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standart ukuran kekayaan, kesejahteraan dan kekuasaan negara tersebut.

Akibat dari Merkantilisme ini adalah timbul konsi-konsi dagang seperti, VOC di Indonesia dan EIC di India, sedangkan akibatnya adalah melenyapkan kemerdekaan manusia, menimbulkan peperangan.

Indikator 2

1. Masuknya kekuasaan asing ke Indonesia

a. Bangsa Barat yang datang ke Indonesia:

1) Portugis, mendarat di Malaka pada tahun 1511 yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque   dan berhasil menguasai Malaka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512

2) Spanyol, mendarat di Filipina pada tahun 1521 dan melanjutkan perjalanan ke Maluku disanah mereka bertemu dengan Portugis

3) Belanda , Rombongan pertama pada tahun 1596 dan ke dua pada tahun 1598

2. Pembentukan VOC pada tahun 1602

VOC adalah sebuah kongsi dagang yang didirikan Belanda setelah Belanda berhasil mengusir Portugis dari Maluku, VOC ini bertujuan memonopoli perdagangan rempah-rempah, sejak saat itulah Indonesia dijajah oleh Belanda.

3. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda

Karena mengalami kebangkrutan maka VOC dibubarkan pada tahun 1779 dan Indonesia diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda. VOC bangkrut karena, para pegawai VOC banyak yang korup, VOC banyak menanggung utang karena biaya peperangan dengan rakyat Indonesia, kemerosotan moral para penguasa.

Sebagai Gubernur Jendral yang pertama yaitu Herman Willem Daendels. Tugas Daendels sangatlah berat yaitu, mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris, mengisi kas negara yang kosong, dan mengatur pemerintahan di Indonesia.

Pada tahun 1811 Daendels digantikan oleh Janshens, tetapi belum sampai melaksanakan tugasnya ia dikalahkan oleh Inggris pada tanggal 18 September 1811, Belanda dan Inggris menyepakati suatu perjanjian yang disebut Kapiutulasi Tuntang, yang berisi sebagai berikut:

a). Belanda menyerahkan Indonesia ke tangan Inggris

b). Semua tentara Belanda menjadi tawanan perang Inggris

c). Orang-orang Belanda dapat diper=kerjakan dalam pemerintahan Inggris

4. Pemerintahan Inggris di Indonesia (1811-1815)

Sebagai Gubernur Jendral adalah Thomas Stamford Rafles.

Kebijakan penting yang ditempuh Rafles adalah, membagi wilayah pulau jawa menjadi 16 karesidenan, menulis Buku yang berjudul History of Java yang berisi sejarah budaya bangsa Indonesia, juga meninggalkan sebuah nama untuk jenis bunga yang dikenal dengan nama bunga bangkai dan diberi nama bungan Raflesia arnoldi. Kekuasaan Rafles di Indonesia berakhir karena harus menyerahkan Indonesia kembali ke tangan Belanda dalam suatu perjanjian yang disebut Konvensi Londen yang berisi;

1) Belanda menerima kembali semua jajahannya dari Inggris

2) Inggris memperoleh daerah di India dari Belanda

5. Berkuasanya kembali Belanda di Indonesia (1816-1904)

a. Pemerintahan Komisaris Jendral

b. Tanam Paksa

c. Sistem Liberalisme

d. Politik Etika

6. Perubahan politik, ekonomi, dan sosial akibat penjajahan Belanda di Indonesia

a. Politik

1) Struktur Birokrasi

2) sistem pemerintahan

3) sistem hukum

b. Perubahan dalam bidang ekonomi

c. Perubahan dalam bidang sosial

d. Perubahan dalam bidang pendidikan

e. Kedudukan dan kehidupan perempuan masa Kolonial

f. Kebijakan pemerintah Kolonial terhadap kehidupan agama

 

 

 

 

 

h1

S.K. MENGANALISIS PERJALANAN BANGSA INDONESIA PADA MASA NEGARA-NEGARA TRADISIONAL

Juni 24, 2011

K.D.I.I. Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia

Indikator :

      •  Proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
      •  Teori-teori  tentang masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
      •  Proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
      •  Pengaruh perkembangan Agama dan kebudayaan Hindu –Budha di Indonesia

Materi Pelajaran

I.  Proses berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional

Wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau telah memungkinkan dilakukannya pelayaran dan perdagangan antar pulau untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, sejalan dengan semakin bertambahnya kebutuhan maka  perdagangan meluas antara Negara, karena nenek moyang kita menjelajahi samudra sampai ke Cina, India, Persia dan Madagaskar.

Dikarenalan posisi Indonesia yang startegis, Yaitu di tengah Jalur perdagangan antara Cina dan Romawi, maka terjalinlah hubungan dagang antara  Indonesia, Cina dan india

Melalui  hubungan dagang tersebut , maka masuklah pengaruh dari India yaitu agama dan budaya Hindu dan Budha. Bukti dari hubungan antara Indonesia dan India tersebut  terlihat  dari ditemukannya berbagai prasasti dan bangunan  yang bercorak Hindu-Budha.

2. Teori-teori tentang masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Ada empat teory tentang masuk dan berkembangnya

Agama Hindu dan Budha di Indonesia

Brahmana oleh Van Leur

Ksatria oleh F.D.K. Bo

Waisya oleh N.J. Krom

Arus Balik oleh F.D.K. Bosch

Van Leur mengatakan agama hindu-Budh

Dibawa oleh kaum Brahmana dengan bukti

Candi dan Prasasti berbahasa Sansekerta

Karena Hanya mereka kaum Brahmana

yang menguasai bahasa Sansekert

F.D.K. Bosch mengatakan agama Hindu-Budha

Dibawa oleh kaum Ksatriya namun ia

Tidak bisa membuktikan haal itu

N.J. Krom mengatakan bahwa agama Hindu-Budha

Dibawa oleh kaum pedagang dengan bukti

Telah terjadi hubungan dagang

Antara Indonesia dengan India

Lantara gak ada bukti maka F.D.K. Bosch

Mengatakan bahwa telah terjadi arus balik

Tentang masuk daan berkembangnya

Agama Hindu-Budha di Indonesia

3. Proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan agaama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Telah terjadi proses interaksi antara

Agama dan Budaya Hindu-Budha

Dengan agama dan Budaya asli Indonesia

Proses interaksi antara agama asli

Animisme,  Dinamisme, Animalisme

Dengan Hinduisme dan Budhism

Menghasilkan Sinkritisme

Proses interaksi antara budaya asli

Dengan budaya Hindu-Budha

Telah melahirkan budaya baru

Yang disebut Akulturasi

Pengaruh budaya Hindu-Budha Kepada

budaya asli Indonesia  disebut fecundation

atau penyuburan  budaya asli oleh

Unsur-unsur budaya Hindu-Budha

4. Pengaruh perkembangan agama dan budaya Hindu-Budha di Indonesia

Pengaruh agama dan budaya Hindu-Budha terhadap budaya asli

Bidang agama dan budaya telah terjadi sinkritisme dan akulturasi

Bidang bahasa telah berpengaruh terhadap tradisi penggunaan bahasa  Sansekerta

Namun tidak memusnahkan bahasa Nusantara yaitu bahasa Melayu dan Jawa

Bahasa Melayu dan Jawa telah berasimilasi dengan bahasa Sansekerta

Dan  menghasilkan  aksara Nusantara yaitu aksara Kawi atau Jawa Kuno

Dalam bidang social dan politik  telah terjadi perubahan

Mesyarakat dipimpin oleh kepala suku dan ketua adat

Yang bergelar datuk dan raja atau ratu mereka dipilih

Karena kelebihannya yang disebut primus interpares

Yang artinya yang utama dari yang lainnya

Namun karena pengaruh hindu dan Budha

Kepala pemerintahan dipegang oleh raja

Yang memerintah secara turun temurun

Tetapi budaya asli masih terjaga karena

Raja tidak memerintah secara tunggal dan mutlak

Dalam bidang teknologi atau seni bangunan

Budaya asli telah menghasilkan punden berundak

Sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang

Karena pengaruh Hindu-Budha masyarakat telah membangun candi

Sebagai pemujaan kepada dewa dan bodisatwa

Dalam bidang pendidikan pengaruh Hindu-Budha

Nampak dalam pendidikan budi pekerti

Kasih sayang, kedamaian, dan sikap saling menghargai

Sudah dilaksanakan sejak bangsa Indonesia berdiri

Dalam bidang sastra Indonesia belum mengenal aksara

Hasil sastra berupa sastra lesan atau sastra tutur

Karena pengaruh sastra India maka lahirlah sastra tulis

Sejak zaman mataram sampai dengan majapahit

Lahirlah kisah Ramayana dan Mahabharata versi Indonesia

h1

Soal -Soal Sejarah untuk kelas XI IPS

Mei 11, 2011

1. apa perbedaan VOC dan Pemerintahan Hindia Belanda.

2. Mengapa VOC bangkrut dan akhirnya dibubarkan?

3. Menurut pendapatmu bagaimana perbedaan akibat penjajahn Belanda dan Inggris bagi banaimana akibat bagi bangsagsa

Indonesia?

4. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang Tanam Paksa, tentang tujuan dan akibat bagi bangsa Indonesia dan Bagi Belanda?

5. Bagaimana akibat politik liberalisme bagi bangsa Indonesia?

6. Apa yang anda ketahui tentang politik etika dan apa akibat bagi bangsa Indonesia?

7. Jelaskan hubungan antara politik etika dan lahirnya pergerakan Nasional?

8. Apa yang anda ketahui dengan Pergerakan Nasional dan apa bedanya dengan Kebangkitan Nasional?

9. Jelaskan perbedaan antara perjuangan sebelum tahun 1908 dan sesudah 1908?

10. Sebutkan Pergerakan-pergerakan nasional pada zaman penjajahan Belanda beserta tokoh-tokohnya!

11. Jelaskan sepak terjang PKI dan apa akibatnya bagi perjuangan bangsa Indonesia?

12. Jelaskan hubungan antara Perang Dunia II dengan kedatangan Jepang ke Indonesia?

13.  Jelaskan apa latar belakang  kedatangan Jepang ke Indonesia ?

14. Apa yang dimaksud Romusha dan apa tujuan serta akibat bagi bangsa Indonesia?

15. Sebutkan oraganisasi-organisasi yang dibentuk pada zaman penjajahan Jepang beserta tokoh-tokohnya?

16. sebutkan organisasi-organisasi yang bersifat militer pada zaman Jepang  beserta penjelasan singkat?

17. Pada masa penjajahan Jepang semua organisasi pada zaman Belanda dibubarkan kecuali MIAI apa alasan dan tujuan Jepang?

18. Mengapa PETA yang dipimpin oleh Supriyadi mengadakan pemberontakan di Blitar dan bagaiman akibat pemberontakan

tersebut?

19. Sebutkan perlawanan-perlawanan lain terhadap Jepang selain PETA di Blitar beserta tokoh-tokohnya?

20. Apa akibat penjajah Jepang bagi bangsa Indonesia khususnya di bidang ekonomi?

Selamat mengerjakan semoga sukses, Amin!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.