h1

JAMAN PENDUDUKAN JEPANG 1942-1945

April 11, 2013

MATERI

2.3. Menganalisis proses interaksi Indonesia –Jepang dan dampak pendudukan militer

Jepang terhadap  kehidupan masyarakat  di Indonesia

Indikator

  • Menjelaskan tentang proses masuknya Jepang ke Indonesi
  • Menjelaskan tentang upaya Jepang meraih simpati bangsa Indones
  • Mendiskusikan kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia

A. Kedatangan Jepang di Indonesia

  1. Latar Belakang pendudukan Jepang di Indonesia

Berdasarkan kebijakan Imperialis Hakko I Chiu, Jepang bermaksud menjadikan  Asia sebagai kesatuan wilayah dibawah pimpinannya, sebagai negeri yang berada  dikawasan Asia Indonesia turut menjadi incaran Jepang untuk dikuasainya. di Indonesia Jepang menyebut dirinya sebagai saudara tua, serta mempropagandakan  gerakan 3A

Perang Asia-Pasifik sebagai Perang AsiaTimur Raya .

Proses kedatangan Jepang ke Indonesia

Setelah Jepang berhasil menyerang Pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai, maka berkobarlah Perang Asia Pasifik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II, Dengan cepat Jepang melanjutkan serangan ke daratan Asia, dan Jepang berhasil menguasai seluruh daratan Asia Tenggara pada tanggal 15 Pebruari 1941. Sasaran Jepang pertama adalah Singapura, Kapal induk Inggris (Sekutu) yaitu “Prince Of Wales HM  dan Repulse “ ditenggelamkan di perairan Singapura. Ekspansi Jepang dilanjutkan ke wilayah Indoneia. Pendudukan di Indonesia diawali dengan menduduki Tarakan (Kalimantan Timur) 11 Januari 1942 kemudian di teruskan ke wilayah  lain.

Setelah berhasil menguasai wilayah luar Jawa, kemudian Jepang melanjutkan  serangan ke Pulau Jawa. Pada tanggal 1Maret 1942 Jepang berhasil mendarat ke tiga tempat sekaligus yaitu : Teluk Banten, di Cerebon (Jawa-Barat) dan Kragan (Jawa-Tengah).

Serangan Jepang yang begitu besar membuat tentara Belanda tidak mampu bertahan, dan akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942  Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati (Jawa-Barat). Dalam upacara penyerahan tersebut Belanda (Sekutu) diwakili oleh Tjarda Van Starkenborgh dan Jendral Ter Poorten. Adapun Jepang diwakili oleh Hitoshi Imamura.

  1. Usaha Jepang meraih simpati bangsa Indonesia

Kedatangan Jepang di Indonesia mendapat sambutan yang luar biasa dari rakyat Indonesia, karena rakyat Indonesia sudah lama menunggu kedatangan Ratu Adil seperti yang telah di tulis dalam ramalan Joroboyo, hal ini dimanfaatkan oleh Jepang untuk menarik simpati bangsa Indonesia, sehingga pada awal pemerintahannya  Jepang menyebarkan propaganda yang menarik, sebagai contoh bangsa Indonesia boleh mengibarkan Bendera Merah Putih disamping bendera Jepang, melarang penggunaan bahasa Belanda, mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan mengijinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dampak pendudukan Jepang di berbagai Bidang

a)      Bidang Ekonomi :

  • adanya Romusha
  • adanya sistem autarki

b)     bidang Politik :

  • Membubarkan semua organisasi pada masa Belanda kecuali MIAI
  • Gerakan 3 A
  • Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
  • Jawa Hokokai
  • MIAI
  • Masyumi

c)      Kelompok-kelompok masyarakat:

  • Kelompok Pangreh Praja dan Pegawai
  • Kelompok Nasionalis non agama
  • Kelompok Santri dan Ulama Islam
  • Kelompok Sosialis
  • Kelompok Komunis
  • Kelompok Pemuda

d)     Bidang Pendidikan :

  • Kegiatan pendidikan menurun
  • Kegiatan pendidikan semuanya untuk kepentingan Jepang
  • Peningkatan penggunaan bahasa Indonesia do sekolah-sekolah maupun lembaga-lembaga lain yang juga mendudkung  perkembangan Surat Kabar , antara-lain Suara Asia(Surabaya), Asia Raya (Jakarta), Cahaya (Bandung), Sinar Baru (Semarang), dan Matahari( Jogjakarta)

e)      Bidang Budaya

  • Jepang mendirikan sebuah Pusat Kebudayaan yang diberi nama “Keimin Bunkei Shidosho” pada tanggal 1 April 1943
  • Berkembangnya Sandiwara ( Bintang Surabaya, Cahaya Timur, Miss Cheih). sebab Jepang melarang pemutaran hiburan fiksi dari luar .

f)       Bidang Sosial:

  • Aspek Mobilitas Sosial, karena  Romusa dan Program Kinrohosyi
  • Mengatur stratifikasi social

-          Golongan Teratas Jepang

-          Golingan kedua Pribumi

-          Golongan ketiga Timur Asing

g)      Bidang Birokrasi

  • Perintahan diatur secara militer, kekuasaan dipegang oleh militer yaitu. Dari angkatan Laut (rikugun) dan Angkatan Darat (kaigun)
  • Bangsa Indonesia boleh menjadi Gubernur, atau Walikota

h)     Bidang Militer:

1.Semi Militer

  • Seinendan, merupakan organisasi pemuda bersifat semi militer yang didirikan pada tanggal 29 April 1943. Untuk perempuan dinamakan Josyi Seinendan
  • Keibodan (barisan bantu polisi)juga merupakan organisasi pemuda yang membantu tugas polisi Jepang
  • Fujinkai (Himpunan wanita)
  • Barisan pelopor , organisasi semi militer dibentuk pada tanggal 1Nopember 1944

2.Militer

  • Heiho, adalah pasukan bentukan Tentara Jepang yang dulunya untuk membantu pekerjaan kasar militer, tetapi kemudian dipersiapkan untuk diterjunkan ke medan perang
  • Peta,  sebagai organisasi militer yang merupakan tentara sukarela yang ditempatkan sebagai pasukan gerilya pembantu sewaktu-waktu musuh dating

1)      Perlawanan terhadap Jepang

  • Perlawanan di Aceh dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil dari daerah Ct Plieng.
  • Perlawanan rakyat Singaparna K.H. Zaenal Mustofa
  • Perlawanan di Kalimantan oleh Peng Suma seorang pemimpin suku Dayak
  • Perlawanan di Papua, gerakan Koreri yang berpusat di Biak dipimpin oleh S.Papare
  • Perlawanan PETA di Blitar, pada tanggal 14 Pebruari 1945 terjadi pemberontakan PETA di Blitar di bawah pimpinan Soepriyadi.
h1

MATERI SEJARAH KELAS XI IS 1 SEMESTER 2 K.D. 2.1.MENGANALISIS PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DAN PERUBAHAN EKONOMI DEMOGRAFI DAN NKEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI INDONESIA DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL

Januari 17, 2012

A. INDIKATOR

  • Mendiskripsikan paham-paham dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa pada masa imperialisme kuno sampai awal perkembangan imperialisme modern
  • Mendiskripsikan hubungan merkantilisme, revolusi industri dan kapitalisme di Eropa dengan perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia

B. MATERI PELAJARAN

Indikator 1.

1. Paham-paham baru di Eropa pada masa imperialisme kuno sampai awal perkembangan imperialisme modern

a. Imperialisme dan kolonialisme

Pada umumnya kolonialisme dan imperialisme adalah sama, yaitu sama-sama penjajahan atau atau penguasaan terhadap suatu daerah dan suatu bangsa oleh bangsa lain. Tetapi keduanya juga mempunyai  perbedaan yang dapat dilihat dari bentuk-bentuk dan sejarah perkembangannya.

Kolonialisme, berasal dari bahasa latin ” colonia ” yang berarti tanah-tanah pemukiman atau jajahan, sejarah kolonialisme ini dimulai pada Jaman Yunani Kuno dimana para petani dari daerahnya yang tandus pindah kedaerah yang subur dan mereka masih berhubungan dengan daerah asal atau negeri induknya dan negara induknya menganggap bahwa daerah yang baru itu sebagai koloni dan setiap tahun mereka harus membayar upeti.

Imperialisme, berasal dari kata “imperator” yang artinya memerintah, atau juga “imperium” berarti sebuah kerajaan besar dengan memiliki jajahan yang amat luas.

b. Peristiwa-peristiwa penting di Eropa

1. Renaisance

berasal dari bahasa latin yaitu Re yang berari kembali dan naitre berarti lahir, Renaisamce berarti gerakan kembali kepada Budaya Yunani dan Romawi kuno, yang merupakan masa peralihan dari abad pertengahan ke abad modern.

2. Reformasi gereja

adalah sebuah upaya perbaikan dan kembali pada ajaran gereja yang lurus. Reformasi gereja terjadi karena adanya penyimpangan-penyimpangan dari pihak Gereja Katolik, yaitu : penjualan surat pengampunan dosa dan penyalah gunaan uang jamaah untuk hidup mewah.

Reformasi gereja melahirkan agama baru yaitu: Kristen Protestan.

Pelopor Reformasi gereja adalah:

a) Martin Luther ( Jerman) dialah yang menentang penjualan surat pengampunan dosa

b) John Calvin ( prancis) dia pendukung Marthin Luther, ia mengajarkan bahwa kekuasaan Tuhan tak ada batasnya, hanya tuhan yang berhak menetukan siapa yang salah dan siapa yang benar, ajaran Calvin berkembang di Belanda, Inggris dan Scotlandia

c) Ulrich Zwingli dari Swiss

d) gereja Anglikan di Inggris

3. Merkantilisme

adalah aliran politik dan ekonomi dari negara imperialis dengan tujuan memupuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standart ukuran kekayaan, kesejahteraan dan kekuasaan negara tersebut.

Akibat dari Merkantilisme ini adalah timbul konsi-konsi dagang seperti, VOC di Indonesia dan EIC di India, sedangkan akibatnya adalah melenyapkan kemerdekaan manusia, menimbulkan peperangan.

Indikator 2

1. Masuknya kekuasaan asing ke Indonesia

a. Bangsa Barat yang datang ke Indonesia:

1) Portugis, mendarat di Malaka pada tahun 1511 yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque   dan berhasil menguasai Malaka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512

2) Spanyol, mendarat di Filipina pada tahun 1521 dan melanjutkan perjalanan ke Maluku disanah mereka bertemu dengan Portugis

3) Belanda , Rombongan pertama pada tahun 1596 dan ke dua pada tahun 1598

2. Pembentukan VOC pada tahun 1602

VOC adalah sebuah kongsi dagang yang didirikan Belanda setelah Belanda berhasil mengusir Portugis dari Maluku, VOC ini bertujuan memonopoli perdagangan rempah-rempah, sejak saat itulah Indonesia dijajah oleh Belanda.

3. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda

Karena mengalami kebangkrutan maka VOC dibubarkan pada tahun 1779 dan Indonesia diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda. VOC bangkrut karena, para pegawai VOC banyak yang korup, VOC banyak menanggung utang karena biaya peperangan dengan rakyat Indonesia, kemerosotan moral para penguasa.

Sebagai Gubernur Jendral yang pertama yaitu Herman Willem Daendels. Tugas Daendels sangatlah berat yaitu, mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris, mengisi kas negara yang kosong, dan mengatur pemerintahan di Indonesia.

Pada tahun 1811 Daendels digantikan oleh Janshens, tetapi belum sampai melaksanakan tugasnya ia dikalahkan oleh Inggris pada tanggal 18 September 1811, Belanda dan Inggris menyepakati suatu perjanjian yang disebut Kapiutulasi Tuntang, yang berisi sebagai berikut:

a). Belanda menyerahkan Indonesia ke tangan Inggris

b). Semua tentara Belanda menjadi tawanan perang Inggris

c). Orang-orang Belanda dapat diper=kerjakan dalam pemerintahan Inggris

4. Pemerintahan Inggris di Indonesia (1811-1815)

Sebagai Gubernur Jendral adalah Thomas Stamford Rafles.

Kebijakan penting yang ditempuh Rafles adalah, membagi wilayah pulau jawa menjadi 16 karesidenan, menulis Buku yang berjudul History of Java yang berisi sejarah budaya bangsa Indonesia, juga meninggalkan sebuah nama untuk jenis bunga yang dikenal dengan nama bunga bangkai dan diberi nama bungan Raflesia arnoldi. Kekuasaan Rafles di Indonesia berakhir karena harus menyerahkan Indonesia kembali ke tangan Belanda dalam suatu perjanjian yang disebut Konvensi Londen yang berisi;

1) Belanda menerima kembali semua jajahannya dari Inggris

2) Inggris memperoleh daerah di India dari Belanda

5. Berkuasanya kembali Belanda di Indonesia (1816-1904)

a. Pemerintahan Komisaris Jendral

b. Tanam Paksa

c. Sistem Liberalisme

d. Politik Etika

6. Perubahan politik, ekonomi, dan sosial akibat penjajahan Belanda di Indonesia

a. Politik

1) Struktur Birokrasi

2) sistem pemerintahan

3) sistem hukum

b. Perubahan dalam bidang ekonomi

c. Perubahan dalam bidang sosial

d. Perubahan dalam bidang pendidikan

e. Kedudukan dan kehidupan perempuan masa Kolonial

f. Kebijakan pemerintah Kolonial terhadap kehidupan agama

 

 

 

 

 

h1

S.K. MENGANALISIS PERJALANAN BANGSA INDONESIA PADA MASA NEGARA-NEGARA TRADISIONAL

Juni 24, 2011

K.D.I.I. Menganalisis pengaruh perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia

Indikator :

      •  Proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
      •  Teori-teori  tentang masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
      •  Proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
      •  Pengaruh perkembangan Agama dan kebudayaan Hindu –Budha di Indonesia

Materi Pelajaran

I.  Proses berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional

Wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau telah memungkinkan dilakukannya pelayaran dan perdagangan antar pulau untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, sejalan dengan semakin bertambahnya kebutuhan maka  perdagangan meluas antara Negara, karena nenek moyang kita menjelajahi samudra sampai ke Cina, India, Persia dan Madagaskar.

Dikarenalan posisi Indonesia yang startegis, Yaitu di tengah Jalur perdagangan antara Cina dan Romawi, maka terjalinlah hubungan dagang antara  Indonesia, Cina dan india

Melalui  hubungan dagang tersebut , maka masuklah pengaruh dari India yaitu agama dan budaya Hindu dan Budha. Bukti dari hubungan antara Indonesia dan India tersebut  terlihat  dari ditemukannya berbagai prasasti dan bangunan  yang bercorak Hindu-Budha.

2. Teori-teori tentang masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Ada empat teory tentang masuk dan berkembangnya

Agama Hindu dan Budha di Indonesia

Brahmana oleh Van Leur

Ksatria oleh F.D.K. Bo

Waisya oleh N.J. Krom

Arus Balik oleh F.D.K. Bosch

Van Leur mengatakan agama hindu-Budh

Dibawa oleh kaum Brahmana dengan bukti

Candi dan Prasasti berbahasa Sansekerta

Karena Hanya mereka kaum Brahmana

yang menguasai bahasa Sansekert

F.D.K. Bosch mengatakan agama Hindu-Budha

Dibawa oleh kaum Ksatriya namun ia

Tidak bisa membuktikan haal itu

N.J. Krom mengatakan bahwa agama Hindu-Budha

Dibawa oleh kaum pedagang dengan bukti

Telah terjadi hubungan dagang

Antara Indonesia dengan India

Lantara gak ada bukti maka F.D.K. Bosch

Mengatakan bahwa telah terjadi arus balik

Tentang masuk daan berkembangnya

Agama Hindu-Budha di Indonesia

3. Proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan agaama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Telah terjadi proses interaksi antara

Agama dan Budaya Hindu-Budha

Dengan agama dan Budaya asli Indonesia

Proses interaksi antara agama asli

Animisme,  Dinamisme, Animalisme

Dengan Hinduisme dan Budhism

Menghasilkan Sinkritisme

Proses interaksi antara budaya asli

Dengan budaya Hindu-Budha

Telah melahirkan budaya baru

Yang disebut Akulturasi

Pengaruh budaya Hindu-Budha Kepada

budaya asli Indonesia  disebut fecundation

atau penyuburan  budaya asli oleh

Unsur-unsur budaya Hindu-Budha

4. Pengaruh perkembangan agama dan budaya Hindu-Budha di Indonesia

Pengaruh agama dan budaya Hindu-Budha terhadap budaya asli

Bidang agama dan budaya telah terjadi sinkritisme dan akulturasi

Bidang bahasa telah berpengaruh terhadap tradisi penggunaan bahasa  Sansekerta

Namun tidak memusnahkan bahasa Nusantara yaitu bahasa Melayu dan Jawa

Bahasa Melayu dan Jawa telah berasimilasi dengan bahasa Sansekerta

Dan  menghasilkan  aksara Nusantara yaitu aksara Kawi atau Jawa Kuno

Dalam bidang social dan politik  telah terjadi perubahan

Mesyarakat dipimpin oleh kepala suku dan ketua adat

Yang bergelar datuk dan raja atau ratu mereka dipilih

Karena kelebihannya yang disebut primus interpares

Yang artinya yang utama dari yang lainnya

Namun karena pengaruh hindu dan Budha

Kepala pemerintahan dipegang oleh raja

Yang memerintah secara turun temurun

Tetapi budaya asli masih terjaga karena

Raja tidak memerintah secara tunggal dan mutlak

Dalam bidang teknologi atau seni bangunan

Budaya asli telah menghasilkan punden berundak

Sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang

Karena pengaruh Hindu-Budha masyarakat telah membangun candi

Sebagai pemujaan kepada dewa dan bodisatwa

Dalam bidang pendidikan pengaruh Hindu-Budha

Nampak dalam pendidikan budi pekerti

Kasih sayang, kedamaian, dan sikap saling menghargai

Sudah dilaksanakan sejak bangsa Indonesia berdiri

Dalam bidang sastra Indonesia belum mengenal aksara

Hasil sastra berupa sastra lesan atau sastra tutur

Karena pengaruh sastra India maka lahirlah sastra tulis

Sejak zaman mataram sampai dengan majapahit

Lahirlah kisah Ramayana dan Mahabharata versi Indonesia

h1

Soal -Soal Sejarah untuk kelas XI IPS

Mei 11, 2011

1. apa perbedaan VOC dan Pemerintahan Hindia Belanda.

2. Mengapa VOC bangkrut dan akhirnya dibubarkan?

3. Menurut pendapatmu bagaimana perbedaan akibat penjajahn Belanda dan Inggris bagi banaimana akibat bagi bangsagsa

Indonesia?

4. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang Tanam Paksa, tentang tujuan dan akibat bagi bangsa Indonesia dan Bagi Belanda?

5. Bagaimana akibat politik liberalisme bagi bangsa Indonesia?

6. Apa yang anda ketahui tentang politik etika dan apa akibat bagi bangsa Indonesia?

7. Jelaskan hubungan antara politik etika dan lahirnya pergerakan Nasional?

8. Apa yang anda ketahui dengan Pergerakan Nasional dan apa bedanya dengan Kebangkitan Nasional?

9. Jelaskan perbedaan antara perjuangan sebelum tahun 1908 dan sesudah 1908?

10. Sebutkan Pergerakan-pergerakan nasional pada zaman penjajahan Belanda beserta tokoh-tokohnya!

11. Jelaskan sepak terjang PKI dan apa akibatnya bagi perjuangan bangsa Indonesia?

12. Jelaskan hubungan antara Perang Dunia II dengan kedatangan Jepang ke Indonesia?

13.  Jelaskan apa latar belakang  kedatangan Jepang ke Indonesia ?

14. Apa yang dimaksud Romusha dan apa tujuan serta akibat bagi bangsa Indonesia?

15. Sebutkan oraganisasi-organisasi yang dibentuk pada zaman penjajahan Jepang beserta tokoh-tokohnya?

16. sebutkan organisasi-organisasi yang bersifat militer pada zaman Jepang  beserta penjelasan singkat?

17. Pada masa penjajahan Jepang semua organisasi pada zaman Belanda dibubarkan kecuali MIAI apa alasan dan tujuan Jepang?

18. Mengapa PETA yang dipimpin oleh Supriyadi mengadakan pemberontakan di Blitar dan bagaiman akibat pemberontakan

tersebut?

19. Sebutkan perlawanan-perlawanan lain terhadap Jepang selain PETA di Blitar beserta tokoh-tokohnya?

20. Apa akibat penjajah Jepang bagi bangsa Indonesia khususnya di bidang ekonomi?

Selamat mengerjakan semoga sukses, Amin!

h1

SOAL-SOAL REMIDI UNTUK KELAS XI IPS

Mei 11, 2011

Soal-soal pertama

1. Jelaskan perbedaan antara nasionalisme Jepang dan Philipina!

2. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong lahirnya gerakan nasionmalisme Asia -Afrika baik dari dalam maupun dari luar!

3. Bagaimanakah gerakan nasionalisme di Cina sampai berdirinya negara RRC dan Taiwan?

4. jelaskan ajaran Mahatma Gandhi!

Soal-soal ke dua

1. Jelaskan 3 organisasi  yang merupakan awal dari lahirnya Pergerakan Nasional?

2. Jelaskan perbedaan beserta contoh antara gerakan yang bersifat radikal dan gerakan yang bersifat moderat!

3. Mengapa tanggal 28 Oktober kita peringati sebagai hari sumpah Pemuda?

4. Mengapa tiap-tiap tanggal 2 Mei kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional?

5. Jelaskan latar-belakang dan tujuan mengapa organisasi yang bersifat kedaerahan akhirnya dipersatukan menjadi PPI dan PPPI!

h1

MATERI SEJARAH KELAS XI IA SEM 2. K.D. 2.1Merekontruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak proklamasi hingga demokrasi terpimpin

Januari 9, 2011

INDIKATOR

  • Mendiskripsikan secara kronologis peristiwa seputar Proklamasi
  • Menjelaskan proses pembentukan Badan-Badan Kelengkapan Negara
  • Menjelaskan  perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan Kemerdekaan di berbagai daerah
  • Mendiskripsikan perjuangan bangsa Indonesia melalui diplomasi
  • Menjelaskan proses terbentuknya RIS dan Pengakuan Kedaulatan RI
  • Menganalisis Proses Perjuangan kembali menuju Negara Kesatuan
  • Menganalisis kondisi kehidupan dan Sosial Budaya Indonesia pada awal Kemerdekaan
  • Menganalisis perkembangan politik di Indonesia pada awal Kemerdekaan
  • Mendiskripsikan Perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi Pergolakan dalam negeri
  • Mendiskripsikan Perjuangan pengembalian Irian Barat

MATERI PELAJARAN

  1. PERISTIWA SEPUTAR PROKLAMASI

-Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Kedudukan Jepang yang semakin terdesak  dalam perang Asia Timur Raya, membuat Jepang pasang strategi di wilayah jajahannya misalnya Indonesia, untuk menarik simpati bangsa Indonesia Jepang memberikan janji Kemerdekaan kepada bangsa Indonesia pada tanggal 7 September 1944, untuk itu pemerintah pendudukan Jepang membolehkan bangsa Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di kantor-kantor berdampingan dengan bendera Jepang, kemudian pada tanggal 1 Maret 1945 Jepang membentuk BPUPKI, yang kemudia diganti dengan PPKI.

- Peristiwa Menjelang Proklamasi

a. peristiwa Rengas Dengklok

b. Peristiwa di rumah Laksmana Maeda

c. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI

d. Sambutan Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi

2. PEMBENTUKAN BADAN-BADAN KELENGKAPAN NEGARA

- Penyusunan Landasan dan Lembaga Pemerintaha

a. Tanggal 18 Agustus 1945 , PPKI mengadakan sidang yang tertama di Pejambon dan hasinya adalah :

1. Mengesahkan rancangan UUD 1945

2. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden RI

3. Membentuk KNI

b. Tanggal 19 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang yang ke 2 dengan hasil :

1. Menetapkan 12 kementrian

2. Membagi wilayah RI menjadi 18 Propinsi

c. Tanggal 22 Agustus 1945 kembali PPKI mengadakan sidang dengan hasil membentuk lembaga-lembaga sbb:

1. KNI

2. PNI

3. BKR

d. Pembentukan Organisasi Ketentaraan

e.  Pembentukan Lembaga Pemerintahan di daerah

3. PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI BERBAGAI DAERAH

a. Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya

b. Pertempuran 5 hari di Semarang

c. Pertempuram Ambarawa

d. Pertempuran Medan Area

e. Bandung Lautan Api

f. Pertempuran Margarana

g. Peristiwa Merah Putih di Menado

4. PERJUANGAN MELALUI DIPLOMASI

a. Perundingan 10 Pebruari 1946

b. Perundingan Hooge Veluwe

c. Konferensi Malino

d. Perundingan Linggar Jati

e. Perjanjian Renville

f. Konferensi Federal di Bandung di Bandung

g. Perjanjian Roem- Royen

h. Konferensi Inter Indonesia

i. KMB ( Konferensi Meja Bundar )

5. PEMBENTUKAN RIS DAN PENGAKUAN KEDAULATAN

Pada tanggal 6-14 Desember 1949 diadakan pertemuan untuk permusyawaratan Federal dan menghasilkan KRIS

Pada tanggal 27 Desember 1945 Belanda mengakui kedaulatan RI

6. Perjuangan Kembali menuju negara Kesatuan RI

7. KONDISI KEHIDUPAN  EKONOMI dan Sosial Budaya pada awal kemerdekaan

a. Kondisi Ekonomi

b. Kondisi Sosial Budaya

8. PERKEMBANGAN POLITIK PADA AWAL KEMERDEKAAN

a. Masa Demokrasi Liberal          ( 17 Agustus 1950- 5 Juli 1959)

b. Masa Demokrasi Terpimpin  ( 5 Juli 1959-11 Maret 1966)

9. PERJUANGAN MENGHADAPI PERGOLAKAN DALAM NEGERI

a. Pemberontakan PKI Madiun 1948

b. Pemberontakan APRA1950

c. Pemberontakan Andi Azis 1950

d. Gerakan RMS 1950

e. Gerakan DI/TII1949

- Karto Suwiryo

- Kahar Muzakar

- Daut Baureueh

f. Pemberontakan PRRI/PERMESTA 1958

8. PERJUANGAN PENGEMBALIAN iRIAN BARAT

a. Latar Belakang Perjuangan

b. Proses Perjuangan membebaskan Irian Barat

- Pembentukan TRIKORA

- Pembentukan Komando Mandala

c. Akhir Pembebasan Irian Barat

- Persetujuan New York  (UNTEA)

- UNSF ( United  Nations Sequrity Forces

- Pepera  1969

 

 

 

 

 

 

 

 

h1

MATERI SEJARAH KELAS XI IA SEM I. KD. 2.1. Membandingkan Perkembangan masyarakat Indonesia di bawah penjajahan dari masa VOC, Pemerintah Hindia Belanda, Inggris dan Pendudukan Jepang

Oktober 5, 2010

INDIKATOR :

    • Mendiskripsikan keadaan masyarakat Indonesia pada masa VOC
    • Membandingkan kebijakan pemerintah colonial di Indonesia pada abad ke 19 dan pada awal abad 20
    • Menganalisis perbedaan penjahan Belanda dan Inggris di Indonesia
    • Mendiskripsikan keadaan masyarakat pada masa penjajahan Jepang

MATERI PELAJARAN

A. KEADAAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA V.O.C.

1. Latar Belakang masuknya bangsa Barat ke Indonesia

  • Jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki tahun 1453
  • Kisah perjalanan Marcopolo ke dunia Timur, dari negeri Cina melalui pelayaran
  • Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galeleo
  • Penemuan Kompas
  • Semangat Reqonquista

2. Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia

a. Kekuasaan bangsa Portugis di Indonesia

Pada tahun 1511 Portugis berhasil merebut Malaka, dibawah pimpinan Alfonso d’ Albuquerque sejak saatvitu kekuasaan Malaka jatuh ketangan Portugis. Dari Malaka Portugis dapat melakukan aktifitas perdagangan ke wilayah Indonesia Timur misalnya, Ternate, Tidore, Ambon Banda dan Timor.

Bangsa Portugis berusaha menanamkan kekuasaannya ke daerah Maluku agar dapat memonopoli perdagangan rempah-rempah Namun tindakan -tindakan Portugis yang sewenang-wenang dan bertindak kejam kepada orang-orang Indonesia menimbulkan terjadinya pertentangan antara rakyat Maluku dengan  orang-orang Portugis, pertentangan itu semakin memuncak ketika Portugis membunuh Sultan Hairun dari Ternate,  dan akhirnya terjadilah perlawanan rakyat Maluku terhadap bangsa Portugis yang dipimpin Oleh Sultan Baabullah, yang akhirnya berhasil mengusir bangsa Portugis dari bumi Maluku pada tahun 1641.

b. Indonesia pada masa V.O.C. ( Kompeni Belanda)

Belanda mendirikan V.O.C. pada tahun 1602, yang bertujuan untuk mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya dan untuk memperkuat kedudukannya terhadap lawan-lawannya seperti, Portugis dan Spanyol.

Pembentukan V.O.C. dibantu oleh pemerintah Belanda , VOC diberi hak istimewa sehingga menjadi bandan yang berdaulat, hak istimewa itu adalah :

  1. hak monopoli berdagang antara Amerika Selatan dan Afrika
  2. hak memelihara angkatan perang, berperang ,mendirikan benteng-benteng dan menjajah
  3. hak untuk mengangkat pegawai-pegawai
  4. hak untuk memberi pengadilan
  5. hak untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri

Sebaliknya VOC juga mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap pemerintah Belanda, yaitu;

  1. bertanggung jawab kepada Staten General ( Badan Perwakilan)
  2. pada waktu perang harus membantu pemerintah Belanda dengan uang dan Angkatan Perang.

Pada tahun 1618 Jan Pieterzoon Coon dengan ijin dari Pangeran Jayakarta mendirikan Benteng di kota Jayakarta.

Ketika terjadi perselisihan antara Pangeran Jayakarta yang dibantu oleh Sultan Banten dengan orang-orang Belanda dibawah pimpinan JP Coon, orang-orang Belanda membakar kota Jayakarta. Namun pada tahun 1619 JP Coon mendirikan kota baru diatas kota yang dibakar tersebut dengan nama kota Batavia, selanjutnya JP Coon menjadikan kota Batavia sebagai pusat perdagangan dan pusat kekuasaan Belanda di wilayah Indonesia. Dari Batavia inilah kemudian VOC memperluas wilayah keseluruh Indonesia dan melakukan penyerangan-penyerangan terhadap Kerajaan-kerajaan yang tidak mau mengakui kekuasaan VOC dengan politik yang terkenal yaitu Devide et impera, sehingga menimbulkan perlawanan terhadap VOC dimana-mana diseluruh wilayah Indonesia terhadap kebiadaban VOC.

c. Indonesia dibawah kekuasaan  Pemerintahan Hindia Belanda

Pada akhir abad ke 18 VOC mengalami kemunduran akibat kerugian yang sangat besar, hal ini disebabkan oleh :

  • Persaingan dagang dengan bangsa Perancis dan Inggris
  • penduduk tak mampu membeli barang-barang dari VOC
  • Perdagangan gelap merajalela dan menerobos monopoli VOC
  • pegawai-pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi dan kecurangan
  • VOC mengeluarkan dana yang besar untuk menghadapi perlawanan-perlawanan daerah

Akibat kerugian yang sangat besar akhirnya VOC dinyatakan bangkrut dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1807, dan kekuasaan dikembalikan kepada Pemerintah Kerajaan Belanda. Pada saat itu Belanda dibawah kekuasaan Perancis yaitu Napoleon Bonaparte dan pada saat itu sedang terjadi perang antara Perancis melawan Inggris maka Perancis menunjuk HW Daendels untuk menjadi Gubernur Jendral di atas wilayah Indonesia dengan tugas utama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Pasukan Inggris.

  1. Pemerintahan Daendels di Indonesia ( 1808-1811)
  • Membangun Ketentaraan
  • Membangun jalan pos dari Anyer sampai Panarukan
  • Membangun Pelabuhan
  • Permusuhan raja-raja Jawa dengan Daendels

Terjadi perlawanan dari raja Banten dan Ngayogjokarto, dan secara diam-diam mereka menjalin persahabatan dengan Inggris untuk melawan Belanda.

  • Usaha keuangan Daendels

untuk memenuhi keuangan negara Daendels banyak menjual tanah kepada swasta Belanda , Arab dan Cina dan akhirnya timbullah penguasaan tanah-tanah Partikueler dan mereka sangat kejam terhadap rakyat Indonesia, karena mereka memiliki hak Istimewa.

  • Pembangunan Kota
  • Indonesia Menjadi jajahan Perancis

Pada tahun 1810 Kerajaan Belanda dibawah kekuasaan Perancis dihapuskan oleh Napoleon Bonaparte dengan demikian maka Indonesia otomatis dibawah kekuasaan Perancis dan pada tahun 1811 Daendels dipanggil kembali ke Belanda dan digantikan oleh Jansens.

2. Kekuasaan Inggris di Indonesia ( 1811-1814)

Pada saat Jansens berkuasa di Indonesia tahun 1811, mendaratlah pasukan Inggris ke Jawa pasukan Inggris tidak mengalami kesulitan untuk menghadapi pasukan Belanda disamping itu pasukan Belanda juga mendapat serangan dari raja-raja Jawa, serangan itu menyebabkan menyerahnya pasukan Belanda kepada Inggris tanpa Syarat dan sejak saat itu Indonesia dibawah penjajahan East Indian Company ( EIC) dibawah pimpinan Gubernur Jendral Lord Minto.

3. Pemerintahan Kolonial Belanda

Setelah Konvensi London antara Inggris dengan Belanda pada tahun 1814, maka daerah jajahan di Indonesia dikembalikan lagi kepada Belanda yang diwakili oleh Komisi 3 Jendral  ( Van Der Capellen, Elout dan Buyskes)

4. Pemerintahan Van Den Boch

B.       Kebijakan Pemerintah colonial Belanda pada awala abad ke 19 dan awal abad ke 20

  1. Kebijakan pada awal abad ke 19( Jaman Liberalisme)
  2. Kebijakan pada awal abad 20 ( politik etika) Trias Van De Venter

C.       Perbedaan penjajahan Belanda dan Inggris di Indonesia

a.   Akibat Penjahan Belanda bagi bangsa  Indonesia

b.   Akibat Penjajahan Inggris bagi bangsa Indonesia

D.      Keadaan masyarakat Indonesia pada masa Pendudukan Jepang

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.